Recent Posts

Pria Ini Tantang Dr Zakir Naik “Jika Bisa Jawab, Aku Bersyahadat”

Sabtu, 22 April 2017
Pria Ini Tantang Dr Zakir Naik “Jika Bisa Jawab, Aku Bersyahadat”




Salah satu adegan serius dalam forum Dr Zakir Naik di Bekasi pada 8 April lalu terjadi saat seorang pria mengawali pertanyaannya dengan tantangan.

“Saya akan bersyahadat jika menemukan jawaban dari Dr Zakir Naik. Injinkan saya bertanya, saya hanya bertanya beberapa kata doang,” kata pria dari Kalimantan itu.

“Pada Yohanes 10 ayat 38-39, di situ Yesus mengucapkan bahwa dirinya adalah Bapa dan Bapa ada di dalam dirinya. Saya tidak mengerti maksud ayat itu. Tapi saya percaya bahwa Yesus itu adalah utusan. Bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir. Saya percaya semua itu dan saya percaya bahwa Yesus tidak mati.

Dan bagaimana jika saya menjadi muslim, saya terhadap orang tua saya. Sedangkan dalam Islam dikatakan, siapakah orang yang Anda hormati. Disebutkan ibu tiga kali baru ayahmu. Saya tidak ingin menyakiti ibu saya.”

Dr Zakir Naik kemudian mengawali jawaban dengan mengupas Yohanes 10:38-39.

“Tetapi jika Aku melakukannya dan kamu tidak percaya kepada-Ku, hendaklah kamu percaya oleh karena pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu tahu dan mengerti bahwa Sang Bapa di dalam Aku, dan Aku di dalam Sang Bapa. Mereka kembali mencari jalan untuk menangkap Yesus, tetapi Ia lolos dari tangan mereka.” (Yohanes 10:38-39)






Dr Zakir Naik menjelaskan bahwa maksud ayat itu bukanlah bersatu dalam dzat melainkan bersatu dalam kebersamaan. Sebagaimana disebutkan dalam Yohanes lainnya.

“Doa-Ku ialah supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau di dalam Aku, ya Bapa, dan Aku di dalam Engkau, sehingga mereka ada di dalam Kita. Dengan demikian dunia ini dapat mempercayai bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 17:21)

Rupanya, penjelasan Dr Zakir Naik dengan menafsirkan ayat Alkitab dengan ayat Alkitab lainnya itu memuaskan pria tersebut. Dan istimewanya, Dr Zakir Naik menjawab dengan cepat karena telah hafal di luar kepala.

Pertanyaan kedua tentang kekhawatiran menyakiti ibu kalau masuk Islam, Dr Zakir Naik mengajak pria tersebut untuk meningkatkan kebaikan dan baktinya kepada ibu setelah masuk Islam. Sebab salah satu ajaran Islam adalah berbakti kepada kedua orang tua dan berbuat baik kepada keduanya meskipun mereka bukan muslim.

Jika orang tua memerintahkan hal yang dilarang Allah –terutama syirik- barulah Islam memerintahkan tidak mentaati. Namun pada perintah orang tua yang tidak dilarang Allah, maka Islam memerintahkan untuk mentaati kedua orang tua.

Akhirnya, pria tersebut mengikrarkan dua kalimat syahadat dengan dibimbing oleh Dr Zakir Naik. Pekik takbir menggema setelah ia menjadi mualaf.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar