Recent Posts

Mengapa Allah Menggunakan Kata “Kami” dalam Al Quran? Ini Jawaban Dr Zakir Naik

Rabu, 12 April 2017
Dr Zakir Naik menjelaskan kata Nahnu dalam Al Quran
Dr Zakir Naik menjelaskan kata Nahnu dalam Al Quran (ilustrasi)




Mengapa Allah menggunakan kata “nahnu” yang berarti “kami” dalam Al Quran? Padahal “nahnu” atau “kami” adalah plural (jamak).

Pertanyaan ini sering ditanyakan oleh misionaris untuk menimbulkan keraguan. Kadang pertanyaan ini juga menimbulkan kebingungan bagi muslim awam maupun non-muslim yang ingin bersyahadat.

Dr Zakir Naik memiliki jawaban yang bagus. Mengapa Allah menggunakan kata “kami” dalam Al Qur’an?

Pakar perbandingan agama itu menjelaskan bahwa ada dua bentuk plural. Yang pertama adalah plural of number dan yang kedua adalah plural of respect atau royal plural.

“Di dalam bahasa Arab, Ibrani dan Semantik, terdapat dua jenis plural (jamak). Dalam hampir semua bahasa termasuk juga dalam bahasa Inggris. Pertama adalah plural of number (jamak dari jumlah) dan kedua adalah plural of respect (jamak penghormatan),” terang Dr Zakir Naik sewaktu menjawab salah satu pertanyaan di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (8/4/2017) malam.

Dr Zakir Naik mencontohkan, ketika Ratu Inggris berbicara, ia mengatakan “kita ingin melihat” tidak mengatakan “saya ingin melihat.”

“Jadi ini bukan plural of number tetapi ini adalah plural of respect. Jadi ketika Allah berfirman dalam Al Qur’an menggunakan “nahnu” itu artinya royal plural,” tandasnya. [Muchlisin BK/Zakir-Naik.net]

***






Dr Zakir Naik memiliki nama asli Zakir Abdul Karim Naik. Ia lahir di Mumbai, India, pada 18 Oktober 1965. Zakir Naik menempuh pendidikan di Kishinchand Chellaram College, Topiwala National Medical College & BYL Nair Charitable Hospital, dan University of Mumbai.

Setelah menjadi dokter yang semula dipandangnya sebagai profesi terbaik, Dr Zakir Naik mendapati bahwa menjadi dai adalah pilihan yang lebih baik. Mencerahkan umat, menunjukkan kepada kebenaran dan mengajak manusia untuk masuk Islam.

Dr Zakir naik pun kemudian menjadi dai. Ia menggeluti perbandingan agama dan menjadi penceramah yang piawai menjelaskan Islam dan berbagai agama. Dengan ditopang hafalan Al Quran, Bibel, dan sejumlah kitab suci beberapa agama, kedudukan Zakir Naik semakin kokoh. Ia menjadi penerus Syaikh Ahmad Deedat, bahkan dinilai memiliki keunggulan lebih, khususnya dalam mengajak non-muslim bersyahadat dalam forum-forum ceramahnya. Ribuan orang telah masuk Islam setelah mendengar ceramah dan jawaban-jawaban Dr Zakir Naik.

Zakir-Naik.net merupakan usaha kecil untuk berbagi dakwah Dr Zakir Naik di Indonesia. Berbahasa Indonesia, situs ini berisikan ceramah dan jawaban Dr Zakir Naik. Juga tulisan-tulisan yang mengutip ceramahnya.[]




5 komentar:

  1. Gila apa ya si zakar naik ini ?
    Kok tafsiran bisa suka suka dia?

    Mana dalilnya kami itu menyatakan royal ?

    Apa kitabmu kurang bisa merefleksikan arti kami pada quran ?

    Itulah Tritunggal blok.
    Makanya alih alih jadi hatters,pelajari dulu tritunggal itu apa.

    Tafsir kok seenak jidat.

    Otak peler lah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pepatah lama bilang, ucapanmu adalah isi otakmu.
      hahahahhh..

      Hapus
  2. Hai Ozon, Anda saja yg ga faham ilmu bahasa, pluralis majestatis atau royal we yg dijelaskan DZN sudah diajarkan waktu Anda dibangku SMP.. jangan malu-maluin lah... ni belajar lagi https://en.m.wikipedia.org/wiki/Royal_we

    BalasHapus
  3. bozok koen.dikon sinau maneh wkwkwk

    BalasHapus
  4. bozok koen.dikon sinau maneh wkwkwk

    BalasHapus